Minggu, 29 Desember 2013

PASAR OLIGOPOLI


Pengertian Pasar Oligopoli
Pasar Oligopoli adalah pasar yang terdiri dari beberapa produsen saja. Adakalanya Pasar Oligopoli terdili dari dua produsen saja dan pasar seperti itu dinamakan duopoly.Menerangkan tentang sikap seorang pengusaha di dalam pasar oligopoly adalahlebih rumit daripada menerangkan sikap pengusaha di pasar-pasar lainnya. Ini disebabkan karena tidak terdapat kesaragaman dalam sifat-sifat berbagai industry dalam pasar oligopoli. Kelakuan perusahaan akan berbeda apabila perusahaan tersebut bersepakat untuk membuat perjanjian membagi-bagi pasar dengan kesepakatan tersebut tidak terdapat. Akibat dari jumlah perusahaan yang sangat sedikit, kegiatan setiap perusahaan adalah sangat dipengaruhi oleh kegiatan perusahaan lainnya di dalam industry yang sama.

              Perbedaan-perbedaan seperti yang baru saja dinyatakan,maka suatu analisis yang bersifat umum yang akan menerangkan keseimbangan perusahaan dalam pasar oligopoli dapa di buat.Dua variaso pasar oligopoli, yaitu pasar oligopoly dimana perusahaan-perusahaan saling bersepakat melakukan tindak bersama didalam menetukan harga dan tingkat produksi, dan pasar oligopoly dimana perusahaan-perusahaan tidak melakukan kesepakatan.


Struktur Pasar Oligopoli

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas. Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.Asumsi yang mendasari kondisi di pasar oligopoli adalah pertama, penjual sebagai price maker. Penjual bukan hanya sebagai price maker, tetapi setiap perusahaan juga mengakui bahwa aksinya akan mempengaruhi harga dan output perusahaan lain, dan sebaliknya. Kedua, penjual bertindak secara strategik.Asumsi ketiga, kemungkinan masuk pasar bervariasi dari mudah (free entry) sampai tidak mungkin masuk pasar (blockade), dan asumsi keempat pembeli sebagai price taker.Setiap pembeli tidak bisa mempengaruhi harga pasar.Pasar oligopoli model kurva patah diformulasikan oleh Sweezy.Dalam model ini keseimbangan perusahaan ditentukan pada waktu garis permintaan yang dihadapi produsen patah. Karena pada tingkat ini berarti MR yang dihadapi produsen sama besar dengan MC-nya, memang secara umum dapatlah diutarakan bahwa kurva MR dapat berpotongan dengan kurva MC di mana saja pada bagian kurva MR yang patah. Hal ini bermakna bahwa adanya perubahan struktur biaya produksi tidak akan berpengaruh terhadap tingkat output dan harga keseimbangan perusahaan.
Description: file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTOKOMU%7E1.COM%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image002.jpg
Berbentuk patah kurva permintaan yang dihadapi oligopolis ini mencerminkan perilaku oligopolis di pasar, yaitu apabila ia menurunkan tingkat harga jual, maka ia mengharapkan produsen pesaingnya akan mengikuti kebijaksanaannya. Akan tetapi kalau ia menaikkan harga jual maka produsen pesaingnya tidak akan mengikuti kebijaksanaan. Bentuk kurva permintaan yang patah adalah manifestasi dari adanya ketidakpastian oligopolis terhadap perkiraan perusahaan pesaing apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Model ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa dalam pasar oligopoli tingkat harga output yang terjadi di pasar cenderung tetap tidak berubah-ubah.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho9pPNkX5lEi7IJTFBiZhZWViNYdmkKKH3TTDGoYdYdnQ2BmQ7zTwy0kinJbMJdjlQ1Yun_XcMxnUa1GWEZYJJJQD9huTcfE3Xs8RFlkceN16HIJbl4rHtLShN5t8bJAj0wOe_REiSR4E/s1600/GAMBAR+OLIGOPOLI..jpg
Menurut Sweezy, ciri reaksi oligopolis jika terjadi perubahan harga adalah jika suatu oligopolis menurunkan harga maka oligopolis cenderung juga akan menurunkan harga karena tidak mau kehilangan konsumen dan jika oligopolis menaikkan harga maka akan kehilangan konsumen karena oligopolis lain tidak menaikkan harga dan akan mendapat tambahan konsumen dengan tanpa melakukan reaksi apapun. Hal ini menyebabkan kurva permintaan yang dihadapi oligopolis merupakan kurva yang patah (kinked demand curve). Persaingan Pada Pasar Oligopoli, Kasus: Industri Chip Microprocessor Kebutuhan terhadap microprocessor berkorelasi positif dengan pertumbuhan permintaan terhadap PC. Hal ini dapat dipahami karena pada dasarnya microprocessor merupakan mesin utama dari PC. Sementara teknik pembuatan komputer semakin mudah karena dukungan modularisasi, dan hal ini menghilangkan entry barrier bagi pendatang baru untuk memasuki bisnis perakitan komputer, di pihak lain teknologi pembuatan chip microprocessor semakin kompleks, membutuhkan investasi tinggi dan pada akhirnya hanya sedikit pemain yang dapat bertahan. Dengan demikian struktur pasar yang terbentuk merupakan pasar kompetisi sempurna di hilir (produksi PC), dan oligopoli di hulu (produksi microprocessor).Saling ketergantungan (inter-dependensi) terjadi antara produsen PC dan microprocessor. Hal inilah yang menjadi latar belakang terjadinya strategi aliansi antara Intel di satu pihak dengan para produsen PC di pihak lain. Intel mengawali strategi ini pada tahun 1980 ketika melakukan lock-in dengan IBM mengalahkan Motorola sebagai pesaing terkuatnya pada waktu itu.Strategi ini dimaksudkan untuk memperluas pangsa pasar secepat mungkin. Selain itu, upaya menciptakan standar baru dalam teknologi PC juga diluncurkan Intel untuk menjawab kondisi pasar yang masih terbelah (fragmented).Standar dimaksud adalah arsitektur terbuka (open architecture)di mana PC dapat menggunakan software dan komponen yang dapat dibeli dari berbagai sumber. 

Strategi aliansi terus dikembangkan dengan produsen PC lain seperti Compaq, Dell, Acer, Toshiba, dan lain sebagainya.Motto yang digunakan untuk sekaligus menutup peluang masuknya pesaing adalah Intel Inside.Suatu upaya kompetisi monopolistik yang sangat berhasil.Selain dengan produsen PC, Intel juga menjalin kerjasama dengan Microsoft guna membuka peluang bisnis baru.Menyusul kemenangan dalam membuat standar baru PC, Intel melakukan kampanye pemasaran yang agresif untuk mengalahkan Motorola, pesaing utamanya.Pada periode ini, produk AMD belum dikenal luas dan oleh karenanya belum dianggap sebagai pesaing kuat.Ketika sukses mulai diraih, Intel justru membuat keputusan strategik meninggalkan produksi DRAM dan fokus hanya pada membuat microprocessor.Keputusan ini bukan merupakan arahan strategik dari manajemen senior tetapi merupakan kebulatan tekad para manajer tingkat menengah (Collis & Pisano, 2002). 

Ciri-ciri Pasar Oligopoli
           Pasar oligopoly terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya struktur dari industri dalam pasar oligopoly adalah terdapat beberapa perusahaan rasaksa-rasaksa yang menguasai sebagian besar pasar oligopoli. Beberapa perusahaan golongan yang pertama (yang menguasai pasar) sangat saling mempengaruhi satu sama lain karena keputusan dan tindakan sangat mempegaruhi perusahaan lainnya.sifat saling mempengaruhi (mutual interdependence) merupakan sifat yang khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoly yang tidak terdapat dalam bentuk pasar lainnya.
Pasar oligopoly mempunyai beberapa cirri khas  yaitu:
1.      Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corakPerusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang standar (standardized product). Industry dalam pasar oligopoli bersifat banyak di jumpai dalam industry yang mn=enghasulkan bahan mentah seperti produsen bensin, industry baja, alumunium.

2.      Kekuasaan Menentukan Harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh. Dari dua kemungkinan ini tergantung kepada bentuk kerja sama antara perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli. Apabila suatu perusahaan menurunkan harga dalam waktu yang singkat akan menarik banyak pembeli begitupun sebaliknya.

3.      Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi iklan. Iklan secara terus-menerus sangat perlu dilakukan oleh perusahaan oligopoli untuk menghasilkan barang yang berbeda corak. Kegiatan promosi secara iklan yang sangat aktif tersebut adalah untuk dua tujuan, yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama.

Pasar oligopoly di karakteristikan berdasarkan :
a.       Sejumlah besar perusahaan-perusahaan dominan, denganeberpa yang kecil lainnya.
b.      Suatu produk yang distandarkan maupun dibedakan
c.       Kekuatan dari perusahaan-perusahaan dominan terhadap harga, namun ketakutan akan pembalasan,
d.      Hambatan-hambatan secara teknologi dan ekonomi untuk suatu perusahaan yang dominan,
e.       Penggunaan persaingan non harga yang ekstensif akibat ketakutan akan perang harga.
  MACAM-MACAM PASAR OLIGOPOLI
Ø  Oligopoli murni : menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah. Contoh : pasar semen, produsen bensin.
Ø   Oligopoli diferensial : menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir. Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor.

BARANG-BARANG YANG DI HASILKAN
      Adapun barang- barang yang dihasilkan oleh pasar oligopoli antara lain :
a.      Barang standar, banyak dijumpai pada industri oligopoli yang menghasilkan bahan mentah (misal aluminium) dan bahan baku (misal semen, bahan bangunan)

b.     Barang berbeda corak (differentiated product), pada umumnya dijumpai pada industri yang menghasilkan barang akhir (rokok, shampo)

Penentuan Harga dan Produksi Tanpa Perkesepakatan
Didalam melihat permaksimuman keuntungan didalam suatu perusahaan oligopoli perlu di perhatikan bagaimana tujuan itu akan dicapai apabila perusahaan-perusahaan tidak membuat persepakatan. Untuk membuat analisa itu perlu disadari bahwa tidak terdapat persepakatan setiap perusahaan didalam pasar. Akibatnya dari jumlahnya sangat sedikit sangat erat kaitannya dan saling mempngaruhi satu sama lain. Setiap tindakan ynag dilakukan oleh perusahaan akan menimbulkan mplikasi yang nyata kepada perusahaan-perusahaan lainnya. Apabila implikasi tersebut merugikan perusahaan-perusahaan lainnya, maka mereka akan melakukan tindakan balasan.
CIRI PERKAITAN DI ANTARA PERUSAHAAN –PERUSAHAAN
Perusahaan oligopoly harus membuat perhitungan yang cermat mengenai reaksi dari perusahaan lain apabila menurunkan dan menaikkan harga. Apabila suatu perusahaan menurunkan harga perusahaan-perusahaan lain akan kehilangan langganan karena langganan mereka akan membeli barang yang harganya lebih rendah. Dengan semikian didalam pasar oligopoli, penurunan harga dari suatu perusahaan yang berkecendrungan akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain melakukan penurunan harga agar tidak kehilangan langganan.
KURVA PERMINTAAN TERPATAH (KNIKED DEMAND CURVE)
Berdasarkan kecenderungan yang baru di jelaskan, yaitu mengenai reaksi perusahaan-perusahaan lain apabila suatu perusahaan oligopoli mengubah harga barangnya,
Keseimbanga Asal
Kurva D1D1 adalah menggambarkan permintaan yang di hadapi suatu perusahaan oligopoli apabila perusahaan-perusahaan lain tidak melakukan perubahan harga. Sedangkan kurva D2D2 adalah permintaan yang dihadapi suatu perusahaan oligopoli  apabila dimisalkan perubahan harga yang dilakukan akan diikuti oleh langkah yang sama oleh perusahaan-perusahaan lain.pada permulaannya harga yang berlaku di pasar adalah P0. Maka jumlah permintaan adalah seperti yang di tunjuk oleh titik E, yaitu jumlahnya adalah sebanyak Q0.
Kurva Permintaan dalam oligopoly  gambar  1.1
Efek Penurunan Harga
Sekiranya perusahaan dalam pasar oligopoli menurunkan harga pernjualannya ke P1, maka mermintaan ke atas produksinya akan bertambah. Apanila perusahaan lain tidak turut menurunjan harga, maka permintaan akan bertambah ketingkat seperti yang di tunjukkan oleh titk C1. Perubahaan tersebut di sebabkan oleh dua factor:
1.      Langganan perusahaan lain yang mengahasilkan barang sejenis membeli barang yang harganya telah menurun,
2.      Segolongan konsumen membatalkan konsumsinya keatas barang pengganti dan menambah konsumsi diatas barang yang mengalami pernurunan harga tersebut.

Efek Peningkatan Harga
Sekiranya perusahaan-perusahaan lain tidak mengubah harga, dan menjual pada P3, maka perusahaan yang menaikkan harga akan kehilangan banyak langganan. Pada harga P3 barang yang dapat di jual adalah seperti yang di tinjukkan titik A1. Akan tetapi sekiranya perusahaan-perusahaan lain juga turut menaikkan harga.

Kurva Kenaikan Terpatah
Persoalannya adalah : karena permintaan yang bagaimanakah yang paling mungkin odihadapi oleh suatu perusahaan dalam oligopoli? Adalah wajar untuk menganggap bahwa perusahaan tidak akan suka kehilangan langganan dan akan meras gembira mendapat langganan baru. Reaksi perusahaan-perusahaan lain adalah seperti berikut :
1.      Mereka akan turut menurunkan harga apabila perusahaan lain menurunkan haraga agar tidak kehilangan langganan,
2.      Mereka tidak akan turut menaikkan apabila perusahaan lain menaikkan harga, karena apabila harga tidak berubah mereka akan mendapat tambahan langganan.

Oleh karena itu, reaksi perusahaan lain adalah seperti ini sifatnya.suatu perusahaan oligopoli suatu kurva terpatah seperti yang di tunjukkan oleh kurva D1ED2. Aapabila kurva terpatah D1ED2 adalah bentuk kurva permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam pasar oligopoli.

Kurva MR dalam Oligopoli  Gambar 1.2


Penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah kurva terpatah D1ED2 maka kurva hasil penjualan marjinal adalah kurva MR, yang ditebalkan dari atas sehingga ke titik A1) dan kurva MR3 yang ditebalkan (dari titik A2 ke bawah)

BENTUK-BENTUK HAMBATANKEMASUKAN OLIGOPOLI
Terdapat jumlah perusahaan yang terbatas didalam pasar merupakan suatu bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan baru adalah sangat sukar untuk masuk ke pasar oligopoli. Factor-faktor kesukaran memasuki oligopoli adalah :
1.      Skala ekonomi
2.      Perbedaan biaya produksi
3.      Sifat-sifat produksi yang mempunyai keistimewaan yang sukar diimbangi oleh perusahaan baru .




SKALA EKONOMI
Apabila suatu perusahaan oligopoli dapat menikmati skala ekonomi sehingga ketingkat produksi yang sangat besar. Sekiranya permintaan dari pasar bertambah, perusahaan yang sudah ada dalam industry akan mempunya kesempatan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini akan menyukarkan kemasukan perusahaan baru karna pada mulanya luas pasaran barangnya hanya sebagian kecil dari pada perusahaan yang telah ada.

BIAYA PRODUKSI YANG BERBEDA
Adalah niaya produksi perunit yang berbeda sebagai akibat dari tingkat sejumlah produksi yang berbeda. Biasanya pada setiap tingkat produksi, biaya produksi perunit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru adalah lebih tinggi dari yang dikeluarkan perusahaan lama. Biaya  kurva AC (biaya rata-rata) perusahaan baru adalah lebih tinggi dari pada  kurva AC perusahaan yang lama. Oleh karena itu, perusahaan baru tidak akan menjual baranya semurah seperti perusahaan lama.  Keadaan ini menghambat kemasukkan perusahaan baru.
            Terdapat banyak factor yang menimbulkan kecenderungan perbedaan biaya produksi tersebut. Yang penting adalah :
a.       Perusahaan lama dapat menurunkan biaya produksi sebagai akibat pengetahuan yang mendalam mengenai kegiatanmemproduksi yang dikumpulkan dari pengalaman masa lalu.
b.      Para pekerjanya sudah lebih berpengalaman didalam mengerjakan pekerjanmereka, dan ini menaikkan produktivitas pekerja,yang selanjutnya memungkinkan penurunan biaya produksi
c.       Perusahaan lama sudah lebih dikenal oleh bank, dan para penyedia bahan mentah dan oleh karnanya dapat memperoleh kredit yang lebih baik dan harga bahan mentah yang lebih murah.

KEISTIMEWAAN HASIL PRODUKSI
Keistimewaan yang dimiliki oleh barang yang di prosuksi oleh perusahaan lama merupakan sumber lain yang dapat menghambat kemasukkan perusahaan baru. Keistimewaan ini di bedakan dlama beberapa bentuk:
1.      Karena barang tersebut sudah sangat terkenal (product recognition), masyarakat sudah menaruh kepercayaan dan pernhargaan yang tinggi ke barang tersebut.
2.      Apabila barang tersebut sangat rumit(product complexity) yaitu iia terdiri dari komponen komponen yang banyak sekali sehingga sukar membuat dan memperbaikinya.barang seperti itu  antara lain adalah mobil, televise, peti es dan sebagainya.sifat barang yang rumit tersebut menyebabkan tidak semua pengusaha yang mempunyai modal.
Selanjutnya keistimewaan lain yang mungkin dimiliki oleh perusahaan dalam pasar oligopoli adalah ia memproduksikan berbagai barang yang sejenis.

PENILAIAN PASAR OLIGOPOLI
Ada tiga aspek dari kegiatan pasar oligopoly yang harus di perhatikan, yaitu:
§  Efisiensinya dalam menggunakan sumber-sumber daya
§  Kegiatan mereka dalam mengembangkan teknologi dan inovasi
§  Tingkat keuntungan yang mereka peroleh

EFISIENSI DALAM MENGGUNAKAN SUMBER-SUMBER DAYA
Efisien penggunaan sumber-sumber daya akan tercapai apaila biaya marjinal = harga. Dan didalam perusahaan yang memaksimumkan untung biaya marjinal = hasil penjualan marjinal. Dengan demikian efisiensi penggunaan sumber-sumber daya akan tercapai apabila bias\ya marjinal-= hasil penjualan marjinal = harga keadaan ini hanya mungkin tercapai apabila tingkat bunga adalah = boaya rata-rata yang paling rendah (ditangguhkan oleh titik paling rendahpada kurva AC)

PERKEMBANGAN TENOLOGI DAN INFOMASI
Dua alasan penting yang dapat digunakan untuk menyokong pandangan ini, yaitu:
a.       Adanya untung yang lebih yang lebih dari normal
b.      Menekankan kepada persaingan harga akan menimbulkan efek yang kurang menguntungkan kedudukan perusahaan didalam industri.

Seperti, dalam pasar monopoli, didalam pasar oligopoli perusahaan akan mendapat untung lebih normal.keuntungan seperti ini,dapat diperoleh karena kemasukan perusahaan baru sangat sukar berlaku. Maka keuntungan lebih normal dalam jangka endekdapat terus di pertahankan dalam jangka panjang.



KEUNTUNGAN PERUSAHAAN
Persainga terutama dating dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada salam industry tersebut. Dan dengan adanya kemungkinan persepakatan, persaingan masih dapat lebih lanjut. Persaingan yang di batasi ini kemungkinan perusahaan mendapat keuntungan yang melebihi normal.
            Tetapi dipandang dari sudut skala ekonomi yang mungkin di peroleh, kemungkina bahwa perusahaan dalam pasar oligopoli akan memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah dari pada pasar persaingan sempurna.
Dampak negative pasar oligopoli terhadap perekonomian :
a.       Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
b.      Timbul ifesiensi produksi
c.       Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
d.      Harga tinggi yang relative stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
e.       Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
f.       undang-undang anti kerja sama antar produsen

             Maksimasi Keuntungan Oligopolis Dalam Menjalankan Sistem Kerjanya Dalam menjalankan kerjanya pasar oligopoli memperoleh maksimasi keuntungan. Perolehan maksimasi keuntungan tersebut diperoleh dari :
a.      pada tingkat output dan harga dimana dipenuhi kondisi MC = MR
b.      Karena ada saat-saat MR bergerak vertikal maka harga bersifat tetap (rigid) dan cenderung berada pada harga yang ditetapkan pada permulaannya

Kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli
Adapun kelebihan dan kekurangan dalam pasar oligopoli yaitu sebagai berikut :

KELEBIHAN PASAR OLIGOPOLI
1.      Terdapat sedikit pemjual karena memerlukan investasi besar
2.      Penjual sedikit sehingga dapat mengendalikan harga
3.      Bila terjadi persaingan harga, konsumen diuntungkan





KELEMAHAN PASAR OLIGOPOLI
1.       Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk kepasar oligopoli kerena investasi tinggi
2.       Akan terjadi perang harga
3.      Produsen bisa kerjasama ( Kartel )


 Kartel adalah suatu perjanjian resmi diantara beberapa perusahaan dalam oligopoli. Perjanjian tersebut menetapkan harga yang akan dibebankan seluruh perusahaan dan sering menetapkan kuota atau pangsa pasar dari berbagai perusahaan. Kartel adalah ilegal di sebagian besar negara-negara dunia. OPEC adalah contoh utama dari kartel. Dia timbul karena dia berada diluar pengendalian suatu negara individual.

Kurva Permintaan dan Hasil Penjualan

Penentuan Harga/Output Dalam Pasar Oligopoli












Kurva Permintaan Sebelum ada Reaksi gambar  1.3


Fenomena pergeseran kurva-kurva permintaan ini dilukiskan dalam gambar 1.4 Perusahaan A mula-mula menghasilkan output sebesar Q1 unit dan menjualnya dengan harga P1. Kurva permintaan D1 yang berlaku di sini, dengan mengasumsikan harga-harga yang ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan lain tidak berubah. Dengan asumsi tersebut, penurunan harga dari P1 menjadi P2 akan meningkatkan permintaan menjadi Q2. Sekarang anggap bahwa hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang beroperasi di pasar dan masing-masing mempunyai pangsa pasar yang cukup besar terhadap penjualan total. Oleh karena itu, jika suatu perusahaan menurunkan harganya dan memperoleh kenaikan volume penjualan yang cukup tinggi, maka perusahaan-perusahaan lainnya akan kehilangan sebagian besar volume usaha mereka. Kemudian, setelah perusahaan-perusahaan tersebut mengetahui mengapa penjualan mereka turun, maka mereka akan bereaksi dengan menurunkan harga produk mereka sendiri. Tindakan ini akan menggeser perusahaan A turun ke kurva permintaan kedua D2 yang menyebabkan penurunan permintaan perusahaan A dari Q2 menjadi Q3 pada tingkat harga P2. Kurva yang baru sama tidak stabilnya dengan kurva mula-mula, oleh karena itu pengetahuan akan bentuk kurva tersebut tidak berguna bagi perusahaan A: jika ia mencoba untuk bergerak sepanjang D2, maka perusahaan-perusahaan pesaing akan bereaksi yang bisa memaksa perusahaan tersebut berpindah ke kurva lainnya.






Kurva Permintaan Sesudah ada Reaksi  gambar  1.4

Pergeseran kurva permintaan tidak akan menimbulkan kesulitan yang berarti dalam pembuatan keputusan tentang harga/output jika perusahaan A mengetahui secara pasti bagaimana perusahaan saingannya terhadap perubahan-perubahan harga. Reaksi-reaksi tersebut hanya akan mempengaruhi hubungan harga/permintaan dan sebuah kurva permintaan yang baru bisa dibentuk untuk memasukkan interaksi-interaksi di antara perusahaan-perusahaan. Kurva D3 dalam gambar 1.4 merupakan sebuah kurva reaksi, ia menunjukkan bagaimana penurunan harga akan mempengaruhi kuantitas yang diminta setelah reaksi perusahaan-perusahaan saingan diperhitungkan. Namun demikian, permasalahan dalam pendekatan ini terletak pada kenyataan bahwa ada banyak teori yang berbeda tentang perilaku antar perusahaan dan mesin-mesin teori yang menghasilkan model penentuan harga yang berbeda sehingga akan menghasilkan aturan-aturan pengambilan keputusan yang berbeda pula.









 Permintaan Pasar dan Perusahaan

Contoh:
Pasar semen di Indonesia dapat digolongkan ke dalam pasar oligopoli, hal ini dikarenakan produksi semen di Indonesia hanya dikuasai oleh beberapa perusahaansaja, diantaranya adalah Semen Cibinong, Indocement, Holcim, Semen Padang dan Semen Gresik.






Kurva Permintaan Oligopoli



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPOA1ZdTJG9qIo2284Fnp0UWGNiE9inyJp17UconCLDh4qaO5JDBBkyKEIs-4lGGEV_DCixDczbTJVDUzoQ0k5WfxtkMLSFsnnG7kWHsA1o5tB5ZfwYOW87DJUU_xoFiK0fBwMWIvpTm8/s1600/Kurva+permintaan+dan+penawaran+pada+pasar+persaingan+sempurna..png

Keterangan kurva:
Misal D1 = permintaan terhadap Semen Padang D2= permintaan terhadap Semen Gresik

KeseimbanganKurva D1D1 (permintaan Semen padang) menggambarkan permintaan yang di hadapisuatu perusahaan oligopoli apabila di misalkan perusahan-perusahaan lain (SemenGresik) tidak melakukan perubahan perubahan harga, walaupun perusahaan yangpertama (Semen Padang) melakukan perubahan harga. Sedangakan kurva D2D2(Permintaan Semen Gresik) adalah permintaan yang dihadapi suatu perusahaan oligopoli apabila dimisalkan perubahan harga yang akandilakukan akan di ikuti oleh langkah yang sama oleh perusahan-perusahaan yang lain. Seterusnya dimisalkan pada permulaan harga yang berlaku di pasar adalah P0. Makajumlah permintaan keseimbagan (D1= D2)adalah seperti di tunjukan oleh titik E, yaitujumlahnya sebanyak Q0.

Efek Penurunan Harga, seandainya perusahaan dalam pasar oligopoli tersebut menurunkan hargamenjadi P1, maka permintaan akan barang produksinya akan bertambah jika perusahanlain tidak melakukan penurunan harga. Jika perusahaan lain mengikut perubahan hargamaka jumlah permintaan akan terbentuk pada titik C1 (permintaan Semen Padang) dan perusahaan lain jumlah permintaan akan terbentuk pada titik C (permintaan SemenGresik).

Pertambahan jumlah permintaan yang sedikit di asumsikan karenalangganan perusahaan lain menghasilkan barang yang sejenis telah menurunkan harga,begitu juga dengan cara menurunkan harga Menjadi P2 maka jumlah permintaan akantebentuk pada titik B1 (Permintaan Semen Padang) dan perusahaan lain jumlahpermintaanya kan terbentuk pada titik B (permintaan semen Gresik).

Efek Peningkatan Harga, Jika suatu perusahan (Semen Padang) oligopoli meningkatkan harganya menjadiP3 maka perusahannya akan menggalami kehilangan pelanggan apabila perusaahaa lain(Semen Gresik) tidak melakukan kenaikan harga dan tetap melakukan penjualan padaharga P0. Dan apabila perusahaan lain menaikan harga maka permintaan akan barangterbentuk pada titik A tanpa kehilangan pelangan dan perusahaan yang sudah terlebihdahulu menaikan harga maka jumlah permintaan akan terbentuk pada A1.






2 komentar:

  1. wah bloggernya army + suka KnB :v

    BalasHapus
  2. Penjelasan dari kurva maksima si keuntungan dan rumus y apa tolong bantu dong

    BalasHapus